Titik Tengah College Life: Penemuan dan Persiapan Karier

Tak terasa, angkatan 2020 telah mencapai titik tengah di kehidupan perkuliahan kami. 4 semester telah berlalu; dan 4 semester tersisa (bagi yang ingin lulus sesuai dengan desain yang telah diterapkan oleh kementerian dan universitas; yang ingin lebih ya monggo) untuk kita menyelesaikan kuliah, membuat proposal, mengambil data, dan berskripsi-ria di semester 7 dan 8.

Menyadari hal tersebut, saya juga mulai mengamati di antara teman-teman saya adanya minat baru, yaitu mencari kesempatan untuk magang atau setidaknya mempersiapkan kompetensi diri untuk bisa magang di semester berikutnya.

Di sisi lain, saya juga menemukan banyak di antara kawant-kawant yang belum paham mengenai apa yang mereka minati dan ingin kerjakan di masa depan.

Di perspektif ini, saya cukup beruntung untuk telah dikenalkan dan menjalani proses penemuan personality profesional saya cukup dini (mungkin sejak SMA?). Dengan demikian, berikut saya ingin membagikan beberapa metode dan jalan yang saya lalui untuk melakukan proses discovery tersebut.

Sebuah disclaimer: saya bukan profesional secara saintifik dalam hal pencarian karier ini, namun saya akan berbagi berdasarkan apa yang saya ketahui dan telah saya lalui secara pribadi. Jalan kamu bisa jadi sama atau berbeda sama sekali, dan itu bukanlah sebuah masalah! Setiap orang memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda, dan mengingat hal tersebut, mari kita maklumi dan rayakan perbedaan tersebut, dan bagikanlah jalan kamu agar dapat membantu lebih banyak orang dan kawant.

Tahapan-tahapan

  1. Exploration & Discovery

Tahap ini adalah tahap paling awal, yang umumnya akan dipenuhi dengan pertanyaan “Jadi apa ya besok?” “Aku mau apa besok?”

Bagi yang berada di tahap ini, saya anjurkan: bawalah diri kamu ke berbagai event dan gelaran yang banyak bertajuk Leadership, Careers in ______, Discover _______.

Gelaran-gelaran ini umumnya akan menghadirkan beberapa sesama pelajar maupun profesional yang telah berkarier, baik dalam magang maupun sebagai freshgraduate di suatu bidang. Di tahap ini, memang tidak banyak saran konkret yang bisa diperoleh, namun sangat berguna untuk mengetahui seluk-beluk suatu bidang dan persona bidang tersebut secara kasar, untuk menelitinya lebih dalam.

Saya rekomendasikan untuk mengikuti Internnet, Cornerstone Careers, dan Lingkaran.co di Instagram untuk kamu yang baru memulai perjalanan karirmu, namun ingat bahwa platform-platform tersebut tentu memiliki bias inheren dalam bidang dan profesi yang dipromosikan, tergantung dari popularitas bidang tersebut serta para pribadi yang menjadi bagian dari platform-platform tersebut. Meski demikian, sangat berguna untuk mengikuti laman-laman tersebut untuk memiliki sedikit arah dalam petualanganmu.

  1. In-depth Exploration

Berbekal pemahaman mendasar yang telah didapatkan dari artikel, sesi webinar, maupun post-post informatif, seharusnya kamu sudah memiliki setidaknya 4-5 titel maupun posisi yang menurut kamu menarik.

Saatnya memperdalam petualangan dan penelitianmu.

Saya menyarankan untuk melakukan search di Google dengan keyword seperti:

  • Skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ______nama posisi____
  • What is a ____nama posisi_____
  • Expected salary _____nama posisi_____
  • A day in the life _____nama posisi_____

Dari pencarian tersebut, seharusnya kamu bisa memperoleh gambaran kehidupan dan pekerjaan para pelaku profesi tersebut. Selangkah lebih jauh, kamu akan mulai mendengar jargon atau istilah-istilah spesifik yang digunakan dalam bidang tersebut, seperti:

  • Bisnis & konsultansi
    • Deck: Slide PowerPoint
    • MECE: Metode pemecahan masalah
  • Digital Marketing
    • SEO
    • SEM
  • Dll.

Setelah ini, kamu akan lanjut ke tahap berikutnya, untuk mendalami satu-dua peran yang kamu minati.

  1. In-depth exploration

Kamu sudah tahu 1-2 peran yang menurutmu menarik dan prospektif.

Di titik ini, kamu bisa mulai mencari tahu secara lengkap dan spesifik mengenai peran yang ingin bisa kamu lakukan.

Saya sangat merekomendasikan untuk mulai mencari satu-dua profil profesional yang dirasa sesuai dengan peran yang ingin kalian capai di Linkedin; connect dan mulailah berdiskusi dengan mereka. Kebanyakan profesional di Linkedin sangat senang untuk mengajarkan orang-orang yang tertarik dengan what they do bagaimana cara mereka mencapai di titik tersebut. Beberapa poin yang bisa kamu tanyakan dan diskusikan:

  • Sehari-hari, apa yang kamu lakukan dan kerjakan?
  • Apa keahlian yang menjadi kunci kamu untuk sukses di bidang ini?
  • Apa yang telah kamu lakukan untuk sampai di titik ini?
  • Dll.

Sebagai informasi tambahan, sangat boleh untuk kamu mohon waktu untuk melakukan pertemuan secara daring maupun luring, mempergunakan Zoom atau lokasi yang baik untuk berbincang seperti sebuah kafe di antara domisili kamu dan narasumber kamu.

Selain mencari seorang narasumber, saya juga sangat merekomendasikan untuk mencari guide atau research report dari organisasi atau lembaga yang menjadi representasi para profesional di bidang yang kamu minati. Report ini harapannya mencakup hal-hal seperti:

  • Kompetensi yang dibutuhkan bidang kamu
  • Seperti apa bidang yang kamu minati saat ini
  • Apa yang kamu butuhkan, baik secara mental maupun kompetensi, untuk dapat sukses di bidang ini

Ada beberapa contoh laporan yang sangat saya sukai, seperti:

Sudah paham dengan apa yang bidang kamu inginkan dan butuhkan? Bagus!

  1. Preparation

Setelah kamu paham bidang apa yang kamu inginkan dan apa yang dibutuhkan untuk sukses di bidang tersebut, tidak ada hal lain yang harus dilakukan selain bersiap dan membangun kepemilikan atas kemampuan dan kualitas tersebut.

Di tahap ini, kamu akan berkenalan dengan bootcamp dan online courses, dua jalur paling umum saat ini untuk membangun kompetensi di suatu bidang.

Bootcamp umumnya ditawarkan oleh LPK yang berbasis stkamur dan sertifikasi, baik yang dikembangkan sendiri (seperti Binar Academy dan Purwadhika), oleh perusahaan (seperti MyEduSolve, Maribelajar, dan Metrodata), atau oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) (seperti LSP TIK Indonesia).

Mengingat beragamnya stkamur dan kualitas serta harga yang diterapkan oleh berbagai bootcamp yang ada, saya sangat menganjurkan untuk pertama mempelajari dan mencari tahu posisi serta kualitas alumni bootcamp tersebut di LinkedIn. Tidak jarang saya mendengar keluhan dari jejaring saya mengenai alumni suatu bootcamp yang memiliki branding bagus, namun kualitas jelek.

Program Studi Independen Kampus Merdeka juga dapat menjadi pilihan yang baik bagi kamu yang ingin membangun kompetensi secara cepat dan murah, karena banyak bootcamp berbayar yang ditawarkan melalui SI, memberikan kamu kesempatan untuk mendapat 20 SKS serta akses ke bootcamp berkualitas tinggi seharga UKT yang sudah kamu bayarkan untuk tiap semesternya.

Online Courses seringkali ditawarkan secara berbayar dan gratis, namun yang membedakan course dengan bootcamp adalah sifatnya yang umumnya individual, asinkronus, dan dapat dipelajari-diselesaikan kapan saja, dengan biaya yang lebih murah.

Course sangat baik bagi kamu yang ingin memiliki kemampuan teknikal dalam suatu bidang secara cepat dan murah, mengingat sifatnya yang individual dan asinkronus, dan banyak sumber yang bisa diakses secara murah atau gratis seperti Coursera (dengan Financial Aid), Mekari University, Karier.mu, dll.

  1. Take the Leap

Kamu sudah tahu apa yang kamu inginkan, dan kamu sudah cukup kompeten untuk sukses di bidang tersebut, apa tahap berikutnya?

Ambil loncatanmu, dan daftarlah ke sebuah program magang!

Magang memberikanmu cara untuk menerapkan semua kemampuanmu di kasus-kasus sesungguhnya, dengan reward yang lumayan secara finansial. Yang perlu kamu siapkan:

  • CV yang sesuai “ATS”, agar mudah dibaca dan yang penting rapi di device apapun. Baca banyak-banyak materi dari Vina Muliana di Tiktok soal ini
  • Kemampuan interview, yang kembali bisa kamu pelajari dari Vina Muliana dan latihan interview dengan teman sebayamu serta Google Warmup
  • Kepercayaan diri
  • Dan tentunya lowongan yang ingin kamu lamar yang telah kamu pelajari luar-dalam naik-turun, dari syarat hingga kompetensi yang diminta

Apa yang membuat sebuah program magang “bagus”?

  • Kultur perusahaan yang positif dan mendukung untuk belajar
  • Kompensasi yang sesuai dengan usaha yang kamu keluarkan
  • Jobdesc yang konkret dan spesifik
  • Workload dan jam kerja yang wajar dan sehat
  • Serta adanya atasan yang mampu mengajarkan ilmu dan kebutuhan pekerjaan dengan baik

Hal-hal tersebut memang sulit diketahui hanya dari iklan lowongan, maka lakukanlah riset dan tanyai para alumni dari perusahaan tersebut.

Di tahap ini, seharusnya kamu sudah bisa menavigasi pasar tenaga kerja (setidaknya untuk tingkat entry-level) dan mendapatkan sebuah pekerjaan untuk dirimu sendiri.

Ini tentu baru langkah pertamamu untuk membangun masa depan profesionalmu. Selama magang dan setelahnya, coba rasakan apa yang kamu rasakan dan lakukan. Apakah kamu menyukainya? Apakah kamu rasa ini bidang yang cocok dengan diri kamu, baik secara nilai maupun sifat?

Tahap refleksi ini penting, karena di titik ini kamu sudah memiliki pengalaman, dan kamu dapat menentukan sendiri apakah ini jalan yang kamu sukai, atau kamu ingin kembali ke awal dan mengembangkan keahlian di bidang lain. Carilah dan cobalah, bereksperimenlah dengan diri dan duniamu sendiri.

Pada akhirnya…

Ini adalah awalmu, dan awal dari kehidupanmu, sebagian dari perjalanan pendewasaan melalui pemenuhan kebutuhanmu secara mandiri.

Perjalanan ini sangat panjang dan sulit bagi siapapun, namun nikmati dan coba belajar sebanyak-banyaklah untuk mendapatkan sebanyak mungkin pelajaran. Namun, setidaknya kamu telah memulainya dan telah menjalaninya sembari berharap menjadi sebuah perjalanan yang worth it di masa depan, apapun artinya bagimu.

Identitas Penulis

Cornelius Prabhaswara Marpaung, Antropologi Budaya 2020