GLIMPSE OF US

Sumber : Dokumen Pribadi

Satu yang perlu diingat, bayangan kita yang selalu bersama saat itu tidak akan pernah hilang dari ingatanku. Bayang-bayang akan tingkah lucu, konyol, serta menghiburmu akan selalu ku ingat sampai kapanpun itu. Ya, kita biasa memanggilnya dengan sebutan kenangan. Kenangan dapat menghadirkan senyuman kecil di wajah, bahkan membuat kita meneteskan air mata. Memang, kenangan tidak selamanya mengenai kebersamaan yang membahagiakan diri, terkadang kenangan juga mengenai keterpurukan yang maknanya sungguh pahit. Namun, setidaknya ketika kita berhasil merekam kenangan itu, kita sama-sama belajar mengenai apa yang harus kita lakukan kedepannya. Jika kenangan yang membahagiakan, kita bisa mengulang kenangan tersebut bersama orang baru, syukur-syukur bersama orang lama. Walaupun rasanya berbeda, tetapi setidaknya kita bisa merasakan kenangan itu kembali. Lalu jika kenangan yang pahit, tentu saja kita akan lebih berhati-hati kedepannya. 

Setiap orang mempunyai caranya masing-masing untuk mengingat sesuatu. Terlebih pada sesuatu yang membekas pada pikirannya. Beberapa dari kita dapat teringat suatu kenangan hanya berdasarkan cerita-cerita saja. Berkumpul kembali bersama orang lama, mengingat kembali suatu kenangan, dan saling melempar senyum serta tawa, bahkan mungkin malah menangis ataupun kembali merasakan sedih bersama. Beberapa lainnya dapat teringat suatu kenangan jika melihat visualnya. Melihat kembali galeri foto dan video yang sempat dibekukan. Merasakan kembali perasaan-perasaan yang dulu pernah terlintas. 

Sumber : Dokumen Pribadi

Pandemi COVID-19 telah membuat kita semua sadar bahwa kebersamaan itu sangatlah berarti. Beruntung baginya yang selalu membekukan kenangan ketika masih bersama untuk disimpan dan diingat kembali. Kenangan memang hal yang tidak bisa kita ulang dengan perasaan dan momen yang sama persis, tapi foto dan video yang kita simpan akan membawa kita mengulang kenangan. Mengulang kembali momen dalam ingatan dan perasaan. Merasakan kembali tentang apa yang dahulu pernah dirasakan.

Aku sendiri menyesal, dahulu tidak sempat menurunkan ego untuk membekukan kenangan kita bersama. Sekarang, aku hanya bisa mengingat kenangan dalam pikiranku. Merasakannya kembali seorang diri. Namun, terkadang aku lupa akan detail-detail yang dahulu kita pernah lakukan bersama. Ah, dasar pelupa. Hal itu membuatku tersadar bahwa kita boleh saja menikmati waktu saat bersama, tapi membekukannya menjadi pilihan wajib. Ya, mungkin ini akan terlihat biasa saja dan terdengar berlebihan ketika kita masih berkumpul bersama. Namun, hal yang perlu kita ingat bahwa kita tidak akan selamanya bersama, entah kita akan terpisah oleh jarak, kepentingan, ego, maupun dimensi.  

Maka dari itu, sebelum kita tidak lagi bersama. Sebelum suatu hal yang mengubah kita datang lagi. Sebelum alam menghentikan kebersamaan kita. Tolong, turunkanlah ego dan gengsimu supaya tidak menyesal di masa mendatang, seperti aku. Kenangan memang dapat dikenang dalam ingatan. Namun, melalui sebuah jepretan foto, sekilas tentang kita akan abadi dalam lembar yang selamanya terkenang. Temukanlah “Glimpse Of Us” dalam kenangan melalui jepretanmu. 

“Kita tidak akan mengetahui kapan kita akan meninggalkan semuanya.

Jadi, lakukanlah yang terbaik dan abadikanlah momen kebersamaanmu”

Identitas Penulis

Noor Risa Isnanto, Antropologi Budaya 2021

Halo kawant! Kenalin namaku Noor Risa Isnanto, boleh dipanggil Noor, Risa, kalau ngga Isnanto, apa aja terserah wakaka, tapi kalau selain di kelas biasa dipanggil Orto. Suka sama fotografi, videografi, dan hal-hal yang ada kaitannya sama konten. Kalau pengen ngobrol lebih jauh bisa follow Instagram aku di @noor02_ kalau ngga lewat emailku di noor.risa02@gmail.com, ditunggu kawant! ehehe.