Cerita Perihal Wanita dan Isi Hatinya

Sumber : Dokumen Pribadi

Percakapan malam yang spontan kulakukan dengan kawanku sering kali melahirkan pembahasan tak terduga dan menuntutku untuk kembali berpikir serta merefleksikan suatu hal yang terjadi di dalam kehidupan, seperti “apa hebatnya aku dilahirkan sebagai seorang wanita?” Pertanyaan tersebut pada akhirnya mendatangkan sebuah jawaban- jawaban yang akan kucoba untuk tuangkan melalui tulisan ini.

Pada dasarnya, wanita terlahir sebagai makhluk Tuhan yang memiliki kehebatan dan ketangguhan luar biasa dengan caranya masing-masing. Bahkan tanpa disadari, setiap wanita telah mempunyai preferensinya tersendiri dalam melihat kemampuan-kemampuan yang ia miliki. Ya, meskipun ada preferensi yang tidak ia tampilkan kepada khalayak ramai. Sebagai contoh, bukan berarti seorang wanita yang tidak pernah memperlihatkan karya tulisnya, berarti tidak memiliki keahlian dalam bersastra. Lalu, bukan pula seorang wanita yang tidak pernah memperlihatkan hasil masakannya, berarti ia tidak suka memasak.

Setali tiga uang, bukan berarti pula seorang wanita yang tidak pernah membuka diskusi di media sosial berarti ia tidak suka berdiskusi dan mengeksplor berbagai pemikiran bersama dengan orang lain. Tidak berarti pula seorang wanita yang tidak pernah menampilkan suara atau tariannya, berarti tidak suka bernyanyi dan menari. Siapa tahu, sebenarnya ia suka sekali bermain aplikasi tiktok, hanya saja ia mengatur tiktoknya dengan pengaturan private sehingga tidak dapat dilihat oleh orang lain. Itulah tadi, mengapa aku bisa mengatakan bahwa semua wanita itu hebat, asalkan ia mau untuk selalu melakukan upgrade diri dengan cara mengenali diri sendiri dengan baik, paham bagaimana ia harus bersikap menghadapi emosinya, mengerti terkait prinsip dan nilai hidup yang akan selalu ia pegang sebagai pedoman dalam menjalani kehidupannya.

            Selain itu, dalam lingkungan bermasyarakat, wanita sering kali diberi sebuah kriteria tersendiri atau patokan-patokan yang tak jarang justru membuat batasan bagi wanita untuk melakukan sesuatu ataupun mengeksplor dirinya sendiri lebih dalam. Bahkan beberapa standar yang ditanamkan masyarakat kepada para wanita sudah sering kali dijumpai sejak kita masih kecil seperti, “Jangan potong rambut pendek, nanti jadi kaya cowo!” atau “Jangan main mobil- mobilan, kalau cewe yaa mainnya masak- masakan atau main boneka!” Tak hanya itu saja, seorang wanita acap kali dituntut untuk menikah di usia tertentu, atau mungkin dituntut untuk bisa melakukan hal-hal lain seperti melakukan pekerjaan rumah tangga. Padahal pada hakikatnya, segala pekerjaan rumah tangga sudah sepatutnya untuk bisa dilakukan tak hanya oleh wanita saja, namun juga pria sebagai seorang manusia agar bisa mengerti dan memahami seni untuk bertahan hidup. Aku seperti ingin meneriakkan pada dunia, bahwa kita wanita juga bisa merdeka dan dengan bebas memilih jalan hidupnya tanpa dihantui oleh bayang- bayang standar ataupun tuntutan-tuntutan yang diciptakan oleh masyarakat.

            Kembali kepada pertanyaan yang sedari awal sudah aku tulis di bagian atas, bahwasanya apa hebatnya aku diciptakan sebagai seorang wanita? Berkaca pada pendapat seorang kawan lain yang juga aku beri pertanyaan terkait hal tersebut, ia menjawab bahwa wanita itu adalah makhluk istimewa. Ia memiliki perasaan yang lebih sensitif dan peka terhadap hal-hal di sekitar. Walau mungkin pada awalnya kepekaan itu justru mendatangkan rasa sakit sebab beberapa kali hatiku dipatahkan oleh realita. Namun, perasaan peka itu juga membuatku banyak bersyukur kepada Tuhan, sebab dengan rasa sensitif dan peka itu tadi justru aku akan memiliki rasa kepedulian tinggi kepada sesama dan bisa menebarkan cinta yang tulus kepada orang- orang di sekitar. Namun, terlepas dari siapa kita, apakah kita seorang pria ataupun wanita perihal memberi cinta dan peduli kepada sesama adalah suatu kewajiban bagi kita sebagai makhlukNya.

Identitas Penulis

Denting Azzahra P, Antropologi Budaya 2021

Denting Azzahra Pinasthinastiti, biasa dipanggil Denting yang gemar makan mie ayam dengan teman es jeruk. Senang mengabadikan setaip momen-momen kecil dalam hidup melalui tulisan ataupun foto-foto yang disimpan di dalam handphone untuk dinikmati sendiri. Untuk mengobrol lebih jauh bisa langsung berkunjung ke laman instagaram @dazzahrap ataupun email dentingazzahra100@gmail.com